Donasi : Bank BCA -- No. Rek, 8305-11-8393 --- A/N : ARINI

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA


Pada jaman dahulu orang-orang di Indonesia menyembah dan memuja roh leluhurnya. Leluhur dianggap sebagai yang telah berjasa dan mempunyai banyak pengalaman. Roh leluhur, Hyang atau Dahyang namanya, menurut kepercayaan pada waktu itu dianggap mempunyai kekuatan gaib yang dapat digunakan oleh orang-orang yang masih hidup. Kekuatan gaib itu diperlukan jika orang akan memulai suatu pekerjaan yang penting, misalnya akan berangkat perang, akan memulai mengerjakan tanah dan lain sebagainya.
Mereka juga percaya bahwa benda-benda seperti pohon besar, batu besar, gunung dan sebagainya dihuni oleh roh-roh. Ada kalanya benda-benda senjata-senjata dianggap bertuah, sakti dan dijadikan jimat oleh pemiliknya.

RIWAYAT HIDUP BUDDHA GAUTAMA




Ayah dari Pangeran Siddharta adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Sri Ratu Mahä Mäyä Dewi. Ibunda Ratu meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam Tusita, yaitu alam sorga luhur. Sejak itu maka yang merawat Pangeran Siddharta adalah Mahä Pajäpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.
>

Arini