Sejak saya menjadi seorang biksu selibat, saya telah menikahkan banyak pasangan. Sebagian dari tugas sebagai biksu adalah menyelenggarakan bagian keagamaan dari upacara pernikahan umat Buddha. Menurut tradisi Buddhis yang saya anut, seorang umat Buddha awam adalah petugas penyelenggara upacara pernikahan yang sah, tetapi banyak
pasangan menganggap sayalah yang menikahkan mereka. Jadi, saya telah menikahkan banyak perempuan dan pria.
Konon, ada tiga cincin dalam suatu pernikahan : cincin pertunangan (engagement ring), Cincin pernikahan (wedding ring), dan cincin derita ( Suffer ring).
Jadi, adanya masalah sudah bukan kejutan. Ketika ada masalah, orang orang yang saya nikahkan sering datang untuk berkonsultasi kepada saya. Sebagai biksu yang menyukai kehidupan sederhana, saya menyertakan tiga kisah berikut ini dalam pelayanan pernikahan yang saya lakukan, dengan harapan kami bertiga jauh dari masalah selama mungkin.