Donasi : Bank BCA -- No. Rek, 8305-11-8393 --- A/N : ARINI

KESEMPURNAAN DAN KESALAHAN - Bocah di Pasar Swalayan - by Ajahn Brahm



Saya bilang kepada "konco-konco penjara" saya agar jangan pernah berfikir bahwa diri mereka adalah penjahat, melainkan berfikirlah sebagai seseorang yang telah melakukan tindak kejahatan. Sebab jika mereka bilang mereka adalah penjahat, jika mereke diperlakukan sebagai penjahat dan jika mereka percaya bahwa diri mereka adalah penjahat,
mereka akan menjadi penjahat betulan. Begitulah cara kerjanya. 


Seorang bocah menjatuhkan sekotak susu di bagian kasir sebuah pasar swalayan, kotaknya terbuka dan susunya tumpah menggenangi lantai. "Anak bodoh",kata ibunya.

Dilorong sebelahnya, seorang bocah yang lain menjatuhkan sekotak madu, kotak itu juga pecah dan madunya menjalar kelantai."Itu perbuatan bodoh,Nak", kata ibunya.

Bocah pertama dicap sebagai anak bodoh ; sedangkan bocah yang satunya cuma ditegur karena suatu kesalahan. Bocah yang pertama mungkin akan benar-benar menjadi bodoh; sedang bocah yang satunya akan belajar untuk tidak lagi mengulangi perbuatan bodohnya.

Saya bertanya pada konco-konco penjara, apa saja yang telah mereka perbuat pada hari mereka berbuat kejahatan? Apa saja yang mereka perbuat pada hari-hari lainnya pada tahun itu? apa saja yang telah mereka perbuat pada tahun-tahun kehidupan mereka? kemudian saya ceritakan kembali kisah tembok bata saya. Ada dua batu bata lain di tembok yang mewakili kehidupan kita, terlepas dari kejahatan yang pernah kita perbuat. Pada kenyataanya, selalu ada banyak batu bata yang bagus, jauh lebih banyak daripada yang jelek. Nah apakah anda sebuah tembok jelek yang pantas dihancurkan? atau sebuah tembok yang bagus dengan sepasang batu bata jelek seperti kebanyakan kita?

Beberapa bulan setelah saya menjadi kepala wihara dan tidak lagi mengunjungi penjara, saya menerima sebuah telepon pribadi dari salah seorang petugas penjara.Dia meminta saya untuk kembali mengunjungi penjara. Dia memberikan ucapan selamat yang akan selalu saya hargai. Dia bilang bahwa konco-konco penjara saya, murid saya, setelah mereka
menyelesaikan masa hukumannya, tak pernah balik lagi ke penjara.
Comments
0 Comments
>

Arini